Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Momentum Halalbihahal & Kontribusi ISEI Jogja Istimewa

JOGJA, iseijogja.org – Pengurus ISEI Cabang Yogyakarta bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY menyelenggarakan Halalbihalal atau Syawalan 1427H di Gedung Heritage Bank Indonesia DIY (Jumat, 27/03/26).

Pengurus dan Anggota ISEI Cabang Yogyakarta dan perwakilan Sahabat ISEI Cabang Yogyakarta

JOGJA, iseijogja.org – Pengurus ISEI Cabang Yogyakarta bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY menyelenggarakan Halalbihalal atau Syawalan 1447H di Gedung Heritage Bank Indonesia DIY (Jumat, 27/03/26). Acara tersebut dihadiri oleh 55 peserta yang merupakan perwakilan Pengurus dan Anggota ISEI Cabang Yogyakarta dan perwakilan Sahabat ISEI Cabang Yogyakarta baik dari BI DIY, OJK DIY, KADIN DIY, Perbankan DIY dan KAFEGAMA DIY.

“Halalbihalal dapat digunakan sebagai momentum bagi seluruh pengurus dan anggota ISEI Cabang Yogyakarta untuk meningkatkan kontribusi dalam bentuk pemikiran bagi perekonomian daerah dan nasional”, harap Didi Achjari (Ketua ISEI Cabang Yogyakarta) dalam sambutan pembuka. Kontribusi pemikiran termaksud dapat membantu pemerintah daerah DIY, untuk menekan kemiskinan dan ketimpangan pendapatan.

Di samping itu, kondisi geopolitik saat yang menyebabkan harga minyak mentah dunia naik dan pada gilirannhya menjadikan harga BBM akan meningkat. Menurut Didi, ISEI Jogja Istimewa dapat memberikan kontribusi pemikiran khususnya bagi UMKM yang dimungkinkan terdampak oleh kenaikan harga BBM tersebut.

“Kerjasama dan kolaborasi KPwBI DIY dengan ISEI Cabang Yogyakarta selama ini berjalan dengan baik dan acara Halalbihalal ini merupakan salah satu bentuk nyata Kerjasama termaksud”, ungkap Sri Darmadi Sudibyo (Kepala Perwakilan BI DIY). Sudibyo sependapat dengan Didi, bahwa momentum halalbihalal dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan sinergitas dan kolaborasi antara BI DIY dengan ISEI Jogja Istimewa.

Pada tahun 2026  telah direncanakan beberapa aktivitas kolaborasi, diantaranya adalah YES (Yogya Economic Symposium), ISEI Forecaster, BI Mengajar/BI Goes to Campus dan sebagainya. “Kolaborasi dan kerjasama tersebut dapat menjadikan kontribusi BI DIY dan ISEI Jogja Istimewa bagi perekonomian DIY serta pengembangan Ilmu Ekonomi semakin nyata atau signifikan”, harap Sudibyo yang rutin berolah raga jalan kaki.

“Halalbihalal adalah tradisi khas Indonesia setelah Idul Fitri yang bertujuan saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan membersihkan hati dari kesalahan, sering diadakan bersama keluarga, kolega, atau komunitas termasuk ISEI Cabang Yogyakarta”, ujar Edy Suandi Hamid (Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta) dalam pengantar hikmah Syawalan. Menurut Edy, secara bahasa Syawal berarti “peningkatan”. Syawalan dimaknai sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan etos kerja setelah “ditempa” selama Ramadhan. Merupakan ungkapan syukur kepada Allah SWT karena telah berhasil menyelesaikan puasa Ramadhan dan sunnah enam hari di bulan Syawal.

“ISEI Cabang Yogyakarta menurut saya memang istimewa atau dapat disebut ISEI Jogja Istimewa”, tegas Edy. Menurut Edy, “keistimewaan” tersebut dapat dilihat dari akvitas yang diselenggarakan, dari kegiatan yang bersifat akademis (diskusi, seminar dan small research) dan non-akademis (gowes, jalan sehat dan motor touring). Ke depan Edy berharap, kedua aktivitas harus tetap berimbang dan  berkesinambungan dengan melibatkan pemangku kepentingan BI DIY, PEMDA DIY, OJK DIY, KADIN DIY, Perbankan DIY dan Perguruan Tinggi.

Hadir dalam acara Halalbihalal ISEI Jogja Istimewa antara lain Eko Yunianto (Kepala OJK DIY), Hermanto (Deputi Kepala BI DIY), Santoso Rohmad (Dirut Bank BPD DIY), Evi Martiani (Bank BRI DIY), Tim Apriyanto (KADIN DIY), Bogat AR (PT SWID Tbk) dan Pengurus Harian ISEI Cabang Yogyakarta. “Kegiatan ISEI Jogja selanjutnya dalam waktu dekat adalah gowes syawalan”, jelas Y. Sri Susilo (Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta). Menurut Susilo, “Gowes Syawalan Bersama BRIMo” didukung oleh Bank BRI Yogyakarta dan melibatkan sekitar 30 goweser.

Share: