Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Gerakan Penanaman Kedelai Yogyakarta untuk Indonesia

JOGJA, iseijogja.org – Kebutuhan kedelai untuk produksi tempe dan tahu  di Indonesia  semakin meningkat  saat ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan khususnya kecukupan protein yang terjangkau harganya di Masyarakat.

Peserta Gerakan Penanaman Kedelai.

JOGJA, iseijogja.org – Kebutuhan kedelai untuk produksi tempe dan tahu  di Indonesia  semakin meningkat  saat ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan khususnya kecukupan protein yang terjangkau harganya di Masyarakat. Indonesia  memiliki konsumsi tinggi pada komoditi pangan kedelai, namun  produksi lokal yang masih rendah dan tergantung pada import untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki kurang lebih 10.103 unit Usaha Tahu dan Tempe dan industri pengolahan kedelai yang mampu menggerakkan jumlah tenaga kerja padat karya di Masyarakat. Dalam mendorong mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan Daerah dan Nasional, kegiatan lintas Sektor yang diinisiasi KADIN D.I.Y, UGM melalui Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi dan Fakultas Teknologi Pertanian serta dukungan Offtaker Industri dan Produsen Benih dari Java Agro Prima dan Pemerintah Daerah Propinsi dan Kabupaten  menggerakkan  kegiatan pemberdayaan dan pembinaan berkelanjutan pada   Masyarakat Petani kedelaia dengan mengedepankan peran teknologi dan aplikasi digital yang diberi nama teknologi Saekedelai (Smart Agro Enterprise Kedelai). Memanfaatkan teknologi pemantauan kondisi iklim dan cuaca,  system barcode untuk penelusuran dan indikasi geografis produk hasil-hasil panen kedelai di mitra kelompok tani, peran warehouse Sistem Resi Gudang dalam membantu memberikan jaminan kepastian pasar, peningkatan produksi kedelai dan Perbenihan unggul dengan mutu yang prima dalam Upaya  meningkatkan kedaulatan pangan kedelai Nasional dari Yogyakarta untuk Indonesia.

Gerakan Penanaman Kedelai secara serempak dengan peran teknologi Saekedelai dilakukan pada hari Minggu 24 Mei 2026 di dusun Gamparan, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Bersama kelompok petani Organik Tani Makmur, Hermawan Ardiyanto Wakil Ketua Umum Koordinator 3 bidang Industri, Infrastruktur, Energi, Lingkungan Hidup, Agribisnis dan Sumber daya Maritim, Harda Kiswaya Bupati Kabupaten Sleman dan Stake Holder yang terlibat. Keseluruhan luas area yang disiapkan dalam penanaman kedelai melalui program Saekedelai  seluas 110 Ha terbagi atas Wilayah Kab Sleman, Kulon Progro, Bantul dan Gunung Kidul. Peran teknologi Saekedelai ditargetkan dapat meningkatkan produktifitas nasional diatas 2.5 ton/ha sampai dengan 4 ton / ha dari rata-rata produksi Nasional di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang berada diangka 1.6 sd 1.8 Ton/ Ha.

Herwaman Ardiyanto  menyampaikan KADIN DIY sangat mendorong  peningkatan komoditi Pangan Kususnya Kedelai yang dibutuhkan bagi Masyarakat tidak hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta namun  di Indonesia pada umumnya.  Beliau menambahkan D.I.Yogyakarta berpotensi untuk Pengembangan Pusat Unggulan Kedelai Nasional dikarenakan dengan Keistimewaannya, DIY Unggul dan mendukung pusat pangan sehat berbasis Kedelai, Industri Hilirisasi Kedelai untuk produk Tempe Premium, Pusat Edukasi Pangan Lokal, kawasan Pertanian Organik dan Agrowisata Kedelai serta peningkatan UMKM Pangan Sehat di DIY. Lokasi Penanaman Kelompok Tani Makmur di Dusun Gamparan Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan  merupakan area Kawasan pertanian organic yang masih asri dan mendukung potensi wisata Kabupaten Sleman.

Prof Wiratni selaku Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi Universitas Gadjah Mada melalui program – program Sinergi dan Dorongan Teknologi Kemendikbudsaintek berdampak makin mendorong kalangan peneliti civitas akademika untuk meningkatkan peran hilirisasi prioriset riset yang memberi dampak langsung pada peningkatan kemanfaatan dan eknomi bagi pengguna Masyarakat.

Pelakana Program Saekedelai, Dr. Atris Suyantohadi menyampaikan optimisme terkait keberhasilan program yang diimplementasikan di tahun 2026. Saekedelai merupakan platform teknologi kedepan yang dirancang secara tersistem, terstruktur dan berkesinambungan  dalam mendorong kemajuan pertanian kedelai di Indonesia. Kita perlu terus meningkatkan peran teknologi, sinergitas antar stake holder sehingga di pangkal ujungnya Masyarakat usaha tani kedelai makin mendapatkan jaminan kepastian pasar, peningkatan hasil panen dan meningkatnya Tingkat kesejahteraan petani.  Saekedelai yang juga melibatkan asosiasi petani kedelai lokal Nusantara dan korporasi petani kedelai dalam mengedepankan hilirisasi riset berdampak makin disempurnakan dan diupdated pengembangannya sehingga dapat memberikan dampak nyata kemanfaatannya bagi masyarakat petani.  Implementasi Kegiatan telah menjalin kersama kemitraan petani diatas 2.500 petani dan luasan lahan pertanian kedelai makin ditingkatkan diatas 300 Ha dalam meningkatkan produktifitas pertanian dan keberlanjutan suplai Kedelai bagi Industri Pangan dan unggulan Mutu Benih yang dihasilkan.

Kegiatan Gerakan Penanaman Kedelai Bersama KADIN DIY, Bupati Kabupaten Sleman dan Stakeholder yang terlibat dari Direotorat PUI UGM, CV Java Agro Prima, HKTI DIY, Pemerintah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dinas Pertanian Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman bersama Pemeintahan Kecamatan dan Kelurahan Sumberharjo Kabupaten Sleman dan Kelompok Tani Makmur Gamparan Desa Sumberharjo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman menutup acara dengan doa dan acara Wiwitan sedekah bumi sebagai bentuk wujud Syukur atas hasil pertanian yang memberikan kesejahteraan bagi warga Masyarakat.

Share: