JOGJA, iseijogja.org – Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta menyelenggarakan rapat kerja (raker) di Hotel MM UGM, Yogyakarta (Sabtu, 10/01/26). Tujuan raker untuk melakukan evaluasi program kerja (proker) tahun 2025 dan menyusun proker tahun 2026. Tema Raker adalah “Solid, Kritis dan Solutif”. Dengan tema raker tersebut diharapkan ISEI Jogja tetap solid, kritis terhadap berbagai isu ekonomi dan mampu memberikan solusi terhadap masalah ekonomi yang muncul di masyarakat. Hadir dalam raker tersebut, Pengurus Harian (Ketua/Wakil Ketua, Sekretaris/Wakil Sekretaris, dan Bendahara/Wakil Bendahara), perwakilan dari Dewan Pengawas/Pengarah, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, Pengurus dan Anggota. Raker dihadiri 25 peserta.
“Kami pengurus telah melakukan evaluasi untuk proker tahun 2025, ternyata 90% proker telah terlaksana dengan baik”, jelas Didi Achjari (Ketua ISEI Cabang Yogyakarta periode 2023-206). Selanjutnya Didi mengakui ada beberapa proker yang belum terlaksana, khususnya proker aksi sosial dan pelatihan. Di sisi lain ada beberapa kegiatan yang tidak diprogramkan namun dilaksanakan karena bekerjasama dengan pihak lain, misalnya dari KPwBI DIY dan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). “Kami berharap kolaborasi dengan KPwBI DIY, OJK DIY, PP ISEI, KADIN DIY, PEMDA DIY, Bank BPD DIY, dan KAFEGAMA DIY tetap dapat dilanjutkan dengan lebih baik”, harap Didi yang juga Dekan dan Guru Besar FBE UGM.
“Kami berharap ISEI Cabang Yogyakarta dapat terus berkontribusi pemikiran untuk pembangunan ekonomi di DIY” harap Sri Darmadi Sudibyo selaku Ketua Dewan Pengawas/Pengarah (ex officio). Menurut Sudibyo, selama ini ISEI Cabang Yogyakarta melalui berbagai forum diskusi dan seminar telah memberikan pemikiran untuk perkembangan ekonomi DIY, misalnya yang berkaitan dengan kemiskinan, ketimpangan, industri pengolahan, pariwisata dan sektor ekonomi lainnya. “Ke depan saya berharap ISEI Jogja memberikan pemikiran terkait optimalisasi dana perbankan agar dapat lebih mendorong aktivitas ekonomi di DIY, misalnya eventonomics (MICE), industri kreatif dan UMKM yang berorientasi ekspor dalam bentuk small research”, harap Sudibyo yang juga Kepala Perwakilan BI DIY.
Lincolin Arsyad (Ketua Dewan Penasehat) menekankan pada perlu regenerasi pengurus dan anggota ISEI Cabang Yogyakarta. “Ide pembentukan ISEI Muda harus didukung dan direalisasikan oleh pengurus ISEI Jogja”, harap Arsyad yang juga Guru Besar FEB UGM. Dengan adanya ISEI Muda nantinya diharapkan organisasi dan kegiatan akan lebih dinamis. “Selama ini dosen muda (young economist) atau anak muda melihat ISEI merupakan organisasinya orang tua”, jelas Arsyad yang pernah menjadi Ketua ISEI Cabang Yogyakarta selama 2 periode.
“Dengan berkolaborasi dengan PTN/PTS/Perbankan di Yogyakarta, termasuk Universitas Widya Mataram, dapat merintis adanya desa binaan khususnya desa yang tertinggal di DIY”, harap Edy Suandi Hamid (Ketua Dewan Pakar). Menurut Edy, beberapa desa tertinggal di DIY harus “dikeroyok” oleh semua pemangku kepentingan, termasuk ISEI Jogja, agar terjadi akselerasi untuk membangun desa tertinggal tersebut. “ISEI Jogja dapat bekerja sama dengan Bank BPD DIY misalnya, dapat memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM di desa binaan”, usul Edy yang juga Rektor UWM.
Beberapa masukan dari pengurus dan anggota antara lain, proker “ISEI Goes to Campus” yang bekerjasama dengan KPwBI DIY (program “BI Mengajar”) tetap dilanjutkan dengan menyasar perguruan tinggi yang lebih banyak. Di samping itu, juga ada usulan kemudahan dalam pendaftaran anggota baru dan perpanjangan anggota lama. “Semua usulan dari forum Raker akan diolah dan ditindak lanjuti oleh Pengurus Harian dalam rapat koordinasi”, jelas Y. Sri Susilo selaku Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta periode 2023-2026.
Peserta raker yang juga hadir antara lain, Eko Yunianto (Wakil Ketua Dewan Pengawas/Pengarah), Gumilang AS (Wakil Ketua I), Rudy Badrudin (Wakil Ketua II), Bogat AR (Wakil Ketua III), Hari Kusuma SN (Wakil Sekretaris I), Rokhedi PS (Wakil Sekretaris III) dan Dian Ariani (Bendahara) dan Relindawati (Wakil Sekretaris II). “Raker ditutup dengan pembagian door prize dan makan siang bersama”, jelas Susilo dalam rilisnya kepada media.







