Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kolaborasi untuk Ekonomi Daerah

JOGJA, iseijogja.org – Nuansa kebersamaan menyelimuti Ndalem Mangkubumen, Yogyakarta, pada Sabtu (04/04/26) saat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara Halalbihalal dan Syawalan 1447 H.

Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi.(Foto- Y Sri Susilo)

JOGJA, iseijogja.org – Nuansa kebersamaan menyelimuti Ndalem Mangkubumen, Yogyakarta, pada Sabtu (04/04/26) saat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar acara Halalbihalal dan Syawalan 1447 H.

Agenda rutin ini menjadi titik temu bagi sekitar 200 peserta yang terdiri atas jajaran Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, pengurus Kadin se-Kabupaten/Kota di DIY, hingga perwakilan instansi dan lembaga mitra strategis.

Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi, dalam sambutannya menekankan Syawalan adalah tradisi luhur masyarakat Yogyakarta yang sarat akan nilai persaudaraan. Ia menegaskan semangat Idulfitri harus bertransformasi menjadi komitmen kolektif untuk memperkuat ekosistem dunia usaha.

Dengan mengusung tema ”Merajut Silaturahmi, Menguatkan Kolaborasi untuk Ekonomi Daerah”, Mangkubumi mengingatkan, di tengah dinamika ekonomi yang kompleks, tidak ada keberhasilan yang bisa diraih secara individual.

Menurutnya, kemajuan ekonomi daerah hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kokoh antara pelaku usaha, pemerintah, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.

”Kadin DIY memandang bahwa peran dunia usaha bukan sekadar menjadi pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah,” tandas Mangkubumi.

Potensi Besar UMKM

Lebih lanjut, GKR Mangkubumi menyoroti potensi besar DIY pada sektor UMKM, pariwisata, pendidikan, hingga ekonomi kreatif. Ia berkomitmen Kadin DIY terus mendorong iklim usaha yang kondusif serta memperluas ruang kolaborasi demi dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh keluarga besar Kadin untuk terus membangun semangat gotong royong dalam memajukan perekonomian daerah.

Jajaran Kadin DIY usai syawalan.(Foto: istimewa)

Aspek spiritual dalam kegiatan itu diperdalam melalui tausiyah dari Guru Besar FKH UGM, Prof Agung Budiyanto. Dalam, Agung menjelaskan Syawalan adalah momentum untuk meneguhkan kembali nilai ketaatan, kejujuran, dan kesetiaan yang telah dilatih selama Ramadan.

Ia menekankan bahwa jika ketiga nilai tersebut dijaga, maka hubungan bisnis akan dilandasi kepercayaan dan setiap usaha akan mendapatkan keberkahan dari Allah Swt.

Acara ini juga menjadi ajang berbagi melalui pemberian bantuan kepada panti asuhan sebagai bentuk tanggung jawab sosial organisasi. Kehadiran sejumlah tokoh penting, seperti Kepala Perwakilan BI DIY Dr. Sri Darmadi Sudibyo, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, Wawali Yogyakarta Wawan Harmawan, Asekda DIY Ir. Sri Nurkyatsiwi, hingga Dirut Bank BPD DIY Santoso Rohmad, menambah kekhidmatan acara tersebut.

Menutup rangkaian kegiatan, Ketua Panitia Heroe Poerwadi MA, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara, secara finansial maupun nonfinansial sehingga Syawalan Kadin DIY dapat terlaksana dengan baik dan memberikan makna mendalam bagi kemajuan dunia usaha Yogyakarta.

Share: