Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dari Ruang Direksi ke Ruang Sidang: Tiga Profesional Lulus Tesis Magister Manajemen UAD

JOGJA, iseijogja.org – Program Magister Manajemen di Universitas Ahmad Dahlan kembali mencatatkan capaian akademik yang membanggakan (Jumat, 13/02.26).

Tiga mahasiswa yang berhasil menuntaskan studi tersebut adalah Dwi Atmojo Bahagio, (Direktur Utama BPR Ekadharma Bhinaraharja); Leo Jati Kusworo, (Direktur Bisnis BPR Sleman); dan Rangga Muhammad Kurniawan, (Direktur Bisnis BPR Bantul).

JOGJA, iseijogja.org – Program Magister Manajemen di Universitas Ahmad Dahlan kembali mencatatkan capaian akademik yang membanggakan (Jumat, 13/02.26). Tiga mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dinyatakan lulus sidang ujian tesis tepat waktu dengan hasil terbaik, setelah melalui proses akademik yang ketat dan berstandar tinggi.

Ketiganya adalah figur profesional di dunia perbankan daerah yang berhasil menunjukkan integrasi kuat antara pengalaman praktik dan landasan keilmuan manajemen. Sidang ujian tesis tersebut dilaksanakan secara formal dengan menghadirkan tim penguji yang memiliki reputasi akademik nasional, yaitu Assoc Prof Dr Salamatun Asakdiyah MM, Assoc Prof Dr. Fitroh Adilla. MSi dan Assoc Prof  Dr. Zunan Setiawan. MM.

“Kehadiran para penguji mencerminkan komitmen program studi dalam menjaga mutu akademik, khususnya bagi jalur RPL yang menuntut pembuktian capaian pembelajaran secara objektif dan terukur”, jelas Dr. Zunan Setiawan, MM (Dosen Podi MM UAD). Adapun tiga mahasiswa yang berhasil menuntaskan studi tersebut adalah Dwi Atmojo Bahagio, (Direktur Utama BPR Ekadharma Bhinaraharja); Leo Jati Kusworo, (Direktur Bisnis BPR Sleman); dan Rangga Muhammad Kurniawan, (Direktur Bisnis BPR Bantul). Ketiganya menempuh studi Magister Manajemen melalui skema RPL yang mengakui pengalaman kerja profesional sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik.

Dalam sidang tesis, para mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian yang berangkat dari persoalan nyata di sektor perbankan daerah. Tema-tema yang diangkat relevan secara praktis dan memiliki kontribusi teoritis terhadap pengembangan ilmu manajemen. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman profesional yang panjang, ketika dipadukan dengan metodologi ilmiah yang tepat, mampu melahirkan karya akademik yang bernilai dan aplikatif ujar Fitroh selaku Kaprodi MMUAD. Tim penguji memberikan apresiasi atas kedalaman analisis, ketepatan penggunaan kerangka teori, dan kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan argumentasi ilmiah secara sistematis. Proses tanya jawab berlangsung dinamis, mencerminkan dialog akademik yang sehat antara penguji dan mahasiswa. Penilaian akhir menunjukkan bahwa ketiganya memenuhi standar kelulusan dan mencapai kategori nilai terbaik.

Dr. Salamatun Aksadiyah sebagai Sekprodi MMUAD menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi cerminan efektivitas skema RPL dalam pendidikan tinggi, khususnya pada jenjang magister. RPL memungkinkan para profesional untuk merefleksikan pengalaman kerja ke dalam kerangka akademik yang terstruktur, tanpa mengurangi kedalaman dan ketelitian ilmiah. Model ini sekaligus membuka ruang bagi dunia praktik untuk berkontribusi langsung pada pengayaan wacana akademik. Dari sudut pandang institusi, capaian ini memperkuat posisi Program Magister Manajemen Universitas Ahmad Dahlan sebagai penyelenggara pendidikan pascasarjana yang adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Kurikulum yang fleksibel namun tetap berorientasi pada mutu menjadi kunci keberhasilan dalam mencetak lulusan yang unggul secara intelektual dan profesional.

Sedangkan Dr. Zunan Setiawan berpesan bagi para mahasiswa, kelulusan ini tidak hanya pencapaian akademik, melainkan  bentuk legitimasi ilmiah atas kompetensi yang telah dibangun selama bertahun-tahun di dunia kerja. Gelar magister yang diraih diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan, pengambilan keputusan strategis, dan kontribusi nyata bagi pengembangan industri perbankan daerah. Selanjutnya agar prestasi tiga mahasiswa RPL ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para profesional lain untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Pendidikan magister tidak lagi dipandang sebagai ruang yang terpisah dari praktik, melainkan sebagai wahana refleksi kritis dan pengembangan keilmuan berbasis pengalaman nyata”, ungkap Zunan. Dengan kelulusan ini, Universitas Ahmad Dahlan kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjembatani dunia akademik dan dunia profesional secara harmonis. Sinergi antara pengalaman, ilmu, dan integritas akademik menjadi fondasi utama dalam mencetak lulusan yang relevan dengan tantangan kekinian,

Share: