JOGJA, iseijogja.org – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) IX di Jogja Expo Center (JEC) pada hari ini, Sabtu, 8 November 2025. Acara konstitusi tertinggi organisasi ini dihadiri langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) DIY, Pejabat Pemda DIY, serta total 300 peserta yang terdiri dari Pengurus KADIN DIY dan KADIN Kabupaten/Kota se-DIY.
Musyawarah Daerah yang mengusung tema “Memperkokoh Ketangguhan Ekonomi DIY” ini memiliki agenda utama untuk menilai pertanggungjawaban Dewan Pengurus periode 2020-2025, menetapkan program umum, serta memilih dan mengangkat kepengurusan baru.
Dalam sambutannya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan filosofi Jawa “Pasar Ora Ilang Kumandange”, yang bermakna bahwa pasar sebagai simbol kehidupan ekonomi rakyat tidak boleh kehilangan gaungnya. Ngarsa Dalem menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup jika tidak berakar pada ketangguhan.
Dengan kekuatan lebih dari 98 ribu unit IKM di DIY, Sri Sultan mendorong KADIN untuk bertransformasi. “KADIN DIY bukan hanya wadah kekuatan modal, melainkan arsitek konektivitas ekonomi daerah,” ujar Gubernur. Beliau berpesan agar KADIN menjadi “enabler” bagi modernisasi industri sekaligus “guardian” bagi keberlanjutan ekonomi rakyat, serta mampu menyambungkan dunia usaha besar dengan denyut UMKM. Sri Sultan kemudian secara resmi membuka MUSDA IX KADIN DIY.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN DIY, GKR Mangkubumi, dalam laporannya merefleksikan perjalanan kepengurusan 2020-2025 yang penuh dinamika. Periode ini diawali dengan tantangan berat pandemi Covid-19, yang menunda pelantikan pengurus hingga 5 Mei 2021 dan menyebabkan ekonomi DIY terkontraksi hingga minus 2,69% pada 2020.
“Di tengah kesulitan itu, KADIN DIY tidak diam. Kita bergerak cepat menjadi mitra strategis pemerintah, menginisiasi program vaksinasi untuk UMKM, Koperasi, dan dunia usaha,” papar GKR Mangkubumi.
Ia menjelaskan, fokus pada tiga program strategis—Peningkatan Kapasitas UMKM, Peningkatan Kualitas SDM, dan Transformasi Digital—terbukti berhasil. Ekonomi DIY tidak hanya pulih, tetapi melesat menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa pada tahun 2024 dan 2025.
GKR Mangkubumi menegaskan perlunya melanjutkan fondasi yang ada sekaligus mengawal dua agenda baru yang mendesak: Transisi menuju Ekonomi Hijau dan Penguatan Sinergi Pentahelix. Turut hadir dalam pembukaan MUSDA IX KADIN DIY antara lain Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Bapak Rosan Roeslani, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi dan Komunikasi KADIN Indonesia, Bapak Erwin Aksa, Ketua DPRD DIY, para Bupati dan Walikota se-DIY, serta pimpinan KADIN se-Jawa.







