Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Outlook Perbankan DIY 2026

JOGJA, iseijogja.org – Acara “Jogja Jelas Silang” Kerjasama TVRI Yogyakarta dengan ISEI Cabang Yogyakarta mengambil topik “Outlook Perbankan DIY 2026”.

Narsum Dian Ari Ani (tengah), Aryo Bagus (host: sebelah kanan Dian) & Ferry Anggara (Penyiar TVRI Yogyakarta)

JOGJA, iseijogja.org – Acara “Jogja Jelas Silang” Kerjasama TVRI Yogyakarta dengan ISEI Cabang Yogyakarta mengambil topik “Outlook Perbankan DIY 2026”. Acara tersebut disiarkan secara langsung oleh TVRI Yogyakarta (Senin, 26/01/26). Narasumber yang dihadirkan adalah Dian Ari Ani, SE, MM (Bendahara ISEI Cabang Yogyakarta) dan selaku host Aryo Bagus (TVRI Yogyakarta).

Dian menjelaskan, menurut KPwBI DIY (2025) proyeksi pertumbuhan ekonomi DIY 2026 berada di kisaran ±5,2–5,6%. Dari sisi pemerintah daerah, target makro DIY 2026 juga optimistis, yaitu pertumbuhan 5,1–5,9% dan inflasi 2,1–3,5%. “Rilis KOJK DIY (2025) memberi gambaran “starting point” yang relevan untuk 2026”, jelas Dian yang juga Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY.  Selanjutnya Dian menjelaskan, kredit/pembiayaan perbankan DIY tumbuh pada kisaran 8,0%-12,0%. dan risiko kredit diharapkan menurun rasio NPL dibawah 5%.

“Memasuki 2026, prospek perbakan DIY  masih positif, namun perbankan tetap mengedepankan kehati-hatian agar pertumbuhan yang terjadi benar-benar berkelanjutan”, jelas Dian Ari Ani. Menueut Dian, pertumbuhan kredit dengan adanya pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas pariwisata dan pendidikan diharapkan akan mendorong kebutuhan kredit, terutama kredit modal kerja dan investasi.

“Yang menarik, pertumbuhan kredit di DIY di tahun 2025 cenderung moderat dan sehat dimana kredit tumbuh kurang lebih 5% dengan NPL yang membaik di akhir tahun 2025”, ungkap Dian yang juga Wakil Ketua BIdang Perbankan KADIN DIY. Artinya bank tidak sekadar mengejar angka, tetapi memastikan kualitas kredit tetap terjaga. Sehingga dapat dikatakan bahwa perbankan DIY di tahun 2026 diperkirakan tumbuh stabil (moderat), dengan fokus ekspansi pada sektor penggerak DIY dan penguatan kualitas kredit.

“Arah pembangunan DIY yang menekankan ekonomi daerah dan perdesaan diterjemahkan oleh perbankan dengan menggeser pendekatan dari kredit individual ke pembiayaan berbasis ekosistem desa”, jelas Dian yang gemar berlari dan bersepeda. Menurut Dian, desa dipandang sebagai unit ekonomi (rantai produksi-distribusi-pasar) bukan hanya kumpulan debitur mikro. Jadi bank tidak hanya membiayai satu usaha, tetapi mendukung rantai ekonomi di wilayah tersebut secara utuh.

Hal tersebut sesuai dengan arah pembangunan di DIY yaitu mengurangi kesenjangan ekonomi dan penguatan ekonomi perdesaan. Strategi Perbankan juga perlu mengaitkan portofolio kredit dengan RPJMD dan program desa serta menjadikan pembiayaan desa sebagai portofolio strategic priority bukan CSR semata. “Satu lagi kewajiban perbankan untuk melakukan literasi dan inklusi keuangan terutama untuk masyarakat di pedesaan”, tegas Dian Ari Ani.

“Pertumbuhan ekonomi DIY ditahun 2025 diperkirakan lebih dari  5,0%”, ungkap Dian. Menurut Dian, sektor dan aktivitas ekonomi di DIY tumbuh didominasi sektor perdagangan, pendidikan, pariwisata dan pembangunan infrastruktur.  Pada tahun 2026 sektor-sektor ini masih menjadi andalan di DIY. Jika pertumbuhan ekonomi DIY tetap kuat (±5,0%+) di 2026, maka pertumbuhan kredit perbankan di DIY berpeluang tetap di kisaran moderat hingga satu digit lebih tinggi, terutama untuk sektor-sektor prioritas tersebut terutama kredit kepada UMKM.

Menurut Dian. secara nasional, Bank Indonesia dan OJK memperkirakan kredit tumbuh 8–12% di 2026. Perkiraan tersebut bisa menjadi benchmark pertumbuhan kredit di regional jika kondisi lokal mendukung. “Pertumbuhan kredit perbankan di DIY pada 2026 diperkirakan tetap positif (moderate–high single digit), selaras dengan pertumbuhan ekonomi lokal yang kuat dan proyek infrastruktur serta pariwisata yang berkelanjutan”, ujar Dian Ari Ani. Dian berharap,  perbankan tetap perlu memperhatikan governance, risk dan  compliance dalam memberikan kredit agar kinerja bank tetap sehat.

Share: