JOGJA, iseijogja.org – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pengurus Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan “Forum Inklusi Sosial” dengan tema “Meningkatkan Kapasitas Jaringan Akar Rumput Muhammadiyah”. Kegiatan tersebut telah diselenggarakan di Masjid KH Ahmad Dahlan, Kampus UMY, Yogyakarta (Minggu, 08/03/26).
Hadir dalam acara tersebut antara lain M. Nurul Yamin (Ketua MPM PP Muhammadiyah), Faris Al-Fadhat (Warek Bidang Mutu, Reputasi dan Kemitraan UMY), Mahfud Solikhin (Ketua ICMI DIY) dan Ahmad Ma’ruf (Pengurus MPM PP Muhammadiyah). Tamu undangan yang hadir antara lain perwakilan dari Danone, Unisa, MayBank Syariah, LazizMU, UAD, Zurich Syariah, Muallimin dan ISEI Cabang Yogyakarta, Dari ISEI Cabang Yogyakarta diwakili Y. Sri Susilo (Sekretaris) dan Dorothea Wahyu Ariani (Tim Rangers).
Kegiatan “Forum Inklusi Sosial” diselenggarakan rutin setiap tahun oleh MPM PP Muhammadiyah dengan melibatkan pemangku kepentingan. “Sampai saat ini, MPM PP Muhammadiyah membina dan mendampingi 11 kelompok/komunitas usaha mikro dan kecil”, ujar Ahmad Ma’ruf yang juga dosen FEB UMY.
Kelompok/komuinitas termaksud adalah: (1) Kelompok usaha gula semut “Pusaka Mulia” Kokap, Kulon Progo. (2) Komunitas pemulung “Mardiko” Piyungan, Bantul. (3) Komunitas pedagang asongan “Surya Mandiri” Kota Yogyakarta. (4) Kelompok Petani JATAM, Dampingan MPM se-DIY. (5) Kelompok Usaha Telor Omega JATAM Difabel, Bejen, Caturharjo, Sleman. (6) Kelompok Nelayan JALAMU, Gunungkidul. (7) Kelompok Difabel Nganglik, Sleman (Anggota KSP Bank Difabel). (8) Kelompok Difabel Tunanetra dan Tuli (Anggota KSP Bank Difabel). (9) Kelompok Galang Difabel Gamping (GADING), Sleman. (10) Kelompok UMKM Ngoro-Oro, Patuk, Gunungkidul. (11) Kelompok Becak PABELAN Reborn, DIY.
“Dengan pendampingan usaha uang intensif dan berkesinambungan semua uisaha kelompok/komunitas dampingan MPM PP Muhammadiyah dapat berkembang dengan baik”, jelas Nurul Yamin. Menurut Yamin, salah satu indikator berkembang adalah meningkatnya pendapatan usaha mereka. Bahkan dari Sebagian dari kelompok/komunitas tersebut telah menyumbangkan zakat.
“Model pendampingan yang dilaksanakan oleh MPM PP Muhammadiyah ini layak dicontoh dan diterapkan oleh lembaga/organisasi lain”, harap Mahfud Solikhin. Menurut Solikhin, ke depan pemangku kepentingan harus terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh MPM PP Muhammadiyah ini.
Sri Susilo, senada dengan pernyataan Mahfud Solikhin, menyatakan model pendampingan yang dilakukan oleh MPM PP Muhammadiyah layak didukung oleh dunia usaha (CSR) dan organisasi lain, termasuk perguruan tinggi. Peogram Magang, Abdimas dan KKN juga bisa disinergikan dalam program pendampingan tersebut.
Setelah kultum yang diberikan Bachtiar Dwi Kurniawan (Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah), acara dilanjutkan dengan pembagian door prize dan buka Bersama. “Dalam kesempatan tersebut juga dibagian “Kado Ramadhan” kepada sekitar 600 anggota dari 11 kelompok/komunitas dampingan MPM PP Muhammadiyah”, jelas Susilo dalam rilisnya kepada media.







