Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Industri Perbankan dan Generasi Mendatang

JOGJA, iseijogja.org – Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahkan (FEB UAD) menyelenggarakan seminar yang bertajuk “The Future of Microfinance: Digital Transformation, Financial Inclusion & Opportunities for the Next Generation”.

Narasumber Dian Ari Ani (Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY), Edi Sunarta (Dirut BPR Suariah BDS), dan Desta Rizky K (Dosen Prodi Manajemen FEB UAD/Kepala Biro keuangan dan Anggaran UAD).

JOGJA, iseijogja.org – Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ahmad Dahkan (FEB UAD) menyelenggarakan seminar yang bertajuk “The Future of Microfinance: Digital Transformation, Financial Inclusion & Opportunities for the Next Generation”. Seminar tersebut diselenggarakan di Kampus FEB UAD, Yogyakarta (Rabu, 17/06/26). Acara ini juga diskuskung oleh ISEI Cabang Yogyakarta, KADIN DIY dan Bank BPD DIY.

Hadir selaku narasumber Dian Ari Ani (Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY), Edi Sunarta (Dirut BPR Suariah BDS), dan Desta Rizky K (Dosen Prodi Manajemen FEB UAD/Kepala Biro keuangan dan Anggaran UAD). Selaku moderator adalah Suci Nur Azzara (Mahasiswa Prodi Manajemen FEB UAD) Acara seminar tersebut dibuka oleh Dini Yuniarti (Dekan FEB UAD), Tina Sulistyani (Kaprodi Manajemen FEB UAD), dosen dan mahasiswa FEB UAD. Peserta semenar mencapai 200 orang.

“Dalam industri keuangan dan perbankan ada sejumlah tantangan yang dihadapi generasi muda”, ungkap Dian Ari Ani yang juga Bendahara ISEI Cabang Yogyakarta. Menurut Dian, setidaknya ada 5 tantangan termaksud, yaitu: (1) Digital Lyfe, (2) FOMO (Fear Of Missing Out), (3)  Pinjaman online illegal, (4) Penipuan digital, dan (5) Investasi bodong. Berkaitan dengan hal tersebut maka diperluikan Smart Financial Behavior bukan hanya Smart Technology User.

Menurut Dian, selanjutnya generasi muda harus memahami; (1) Spend Less Than You Earn: Belanja lebih kecil dari pendapatan. (2). Save Before Spending: Menabung terlebih dahulu sebelum membelanjakan uang. (3) Invest for the Future: Mempersiapkan masa depan sejak muda. (4) Protect Yourself: Melindungi diri dari risiko dan penipuan.

Apakah profesi bankir saat ini menjanjikan bagi generasi muda? Menurut Dian yang juga WKU Bidang Keuangan, Perbankan dan Pasar Modal KADIN DIY, jawabannya masih menjanjikan. “Ya, namun kebutuhan kompetensinya berubah. Bank membutuhkan talenta yang adaptif, analitis, dan berintegritas”, jelas Dian Ari Ani yang mempunyai hobby berlari dan bersepeda.

“Peluang karir di perbankan tetap prospektif”, jelas Edi Sunarto yang juga pengurus KADIN DIY. Menurut Edi, meskipun dengan pemanfaatan teknologi mengurangi peran bebarapa profesi di bank, namun juga melahirkan kebutuhan profesi baru. Ketatnya pengaturan dan pengawasan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui penerbitan dan pembaruan POJK, menciptakan berbagai profesi baru, semakin banyak dibutuhkan tenaga ahli untuk pemenuhan tenaga kerja yang sesuai dengan POJK.

Edi Sunarto berharap adik-adik mahasiswa yang ingin berkarir di industri perbankan harus membekali dengan soft skill. Ketrampilan tersebut berkaitan dengan komunikasi, kepemimpinan, inisiatif dan silaturahim.  Juga tidak kalah penting sejak dini harus membangun relasi seluas-luasnya dengan banyak pihak.

Acara seminar yang dislenggarakan oleh Prodi Manajemen FEB UAD ini juga didukung oleh ISEI cabang Yogyakarta, KADIN DIY dan Bank BPD DIY. “Kami dalam berkegiatan selalu melibatkan pemangku kepentingan yang terkait”, jelas Deni Ismanto (Dosen Prodi Manajemen FEB UAD) dalam rilisnya kepada media.

Share: