JOGJA, iseijogja.org – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY telah menyelenggarakan pemilihan Duta “Cinta Bangga Paham/CBP” Rupiah atau dikenal sebagai “CBP Rupiah Championship”. Setelah melalui proses tahap awal, akhirnya terpilih 12 finalis “Duta CBP” Rupiah, baik untuk ketegori “Duta Guru” (6 finalis) dan “Duta Muda” (6 finalis). Pelaksanan babak final diselenggarakan di Gedung Heritage KPwBI DIY (Rabu, 24/07/26).
CBP Rupiah adalah singkatan dari Cinta, Bangga, Paham Rupiah, sebuah program kampanye edukasi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. “Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan serta menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menghargai Rupiah bukan sekadar sebagai alat tukar, melainkan sebagai simbol kedaulatan negara Indonesia”, jelas Sri Darmadi Sudibyo (Kepala Perwakilan BI DIY) dalam sambutan pembukaan babak final “CBP Rupiah Championship”.
“Melalui kegiatan ini dapat melahirkan fifur-figur Duta CBP Rupiah yang tidak hanya memahami Rupiah dengan baik namun juga mampu menjadi agen perubahan”, harap Sudibyo. Menurut Sudibyo agen rupiah tersebut mencakup: (1) mengedukasi masyarakat secara kreatif. (2) Menginspirasi lingkungan sekitarnya untuk semakin mencintai dan menghargai Rupiah. (3) Menyebarkan semangat kebangsaan melalui berbagai media dan platform kounikasi.
Sri Darmadi Sudibyo juga berharap para “Duta CBP” Rupiah yang terpilih nanti tidak berhenti berkontribusi setelah kompetisi ini berakhir. Sebaliknya agar dapat berperan sebagai: (1) penggerakedukasi CBP Rupiah di sekolah, kampus dan komunitas. (2) Menjadi narasumber di berbagai forum literasi keuangan. (3) Menjadi mitra strategis BI dalam memperluas pemahaman masyarakat mengani arti pentingnya CBP Rupiah.
Sri Susilo (Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta) yang hadir dalam acara pembukaan final “CBP Rupiah Championship” menyatakan event seperti ini penting dan relevan sebagai wujud sosialisasi CBP Rupiah secara terus menerus. “Sosialisasi CBP Rupiah harus dilakukan kepada seluruh komunitas, mulai dari pelajar (TK, SD, SMP, SMA/SMK), mahasiswa, karyawan dan profesi yang lain”, harap Susilo yang juga dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY.
Menurut Susilo, CBP Rupiah dapat dimulai dari “memelihara” dan “menyimpan” dalam dompet atau sejenisnya dengan baik dan rapi. Di lapangan sebagai contoh petugas SPBU terlihat selalu memegang uang kertas di dalam genggaman tangannya dengan rapi. Beberapa petugas parkir di pinggir jalan juga melakukan hal yang sama.
Susilo juga berharap CBP Rupiah juga dimaknai dengan tetap memegang Rupiah sebagai pilihan investasi, khususnya bagi investor domestik atau masyarakat tergolong kaya. “Dalam kondisi nilai tukar Rupiah yang cenderung melemah saat ini, maka tetap memegang Rupiah dan tidak menukar dengan Dollar AS tentu akan dapat membantu memcegah trend pelemahan nilai tukar Rupiah”, jelas Susilo dalam rilisnya dalam media.







