Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Outlook Perekonomian Tahun 2027: Dinamis & Inovatif

JOGJA, iseijogja.org – Bank BPD DIY menyelenggarakan seminar “Economic Outlook 2027” di Grand Hotel de Djokja, Yogyakarta (Selasa, 27/10/26)

Jajaran narasumber dan pimpinan berfoto bersama dalam forum diskusi “Bank BPD DIY Economic Outlook 2027” bertajuk Economic Resilience 2027: Dinamis Menghadapi Perubahan, Inovatif Menciptakan Pertumbuhan yang digelar Bank BPD DIY.

JOGJA, iseijogja.org – Bank BPD DIY menyelenggarakan seminar “Economic Outlook 2027” di Grand Hotel de Djokja, Yogyakarta (Selasa, 27/10/26). Event tersebut menghadirkan pembicara Dr. Aviliani (Ekonom INDEF/Pengurus Pusat ISEI/Pengurus KADIN Indonesia), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid (Rektor UWM/Ketua Dewan Pakar ISEI Cabang Yogyakarta), Bayu Sutikno, Ph.D (Dekan FEB UGM/Anggota ISEI Cabang Yogyakarta), dengan moderator Gumilang AS, Ph.D (Dosen FEB UGM/Wakil Ketua ISEI Cabang Yogyakarta).

Topik seminar tersebut adalah “Economic Resilience 2027: Dinamis Menghadapi Perubahan, Inovatif Menciptakan Pertumbuhan”. Hadir sekitar 200 undangan yang mewakili pemangku kepentingan Bank BPD DIY. Mereka antara lain Komisaris, Komite Audit, Pimpinan dan Staf Bank BPD DIY, Nasabah, Pengusaha, Perbankan, Pemda, KADIN DIY, ISEI Cabang Yogyakarta, Perguruan Tinggi dan Asosiasi Pengusaha/Profesi lainnya.

“Bank BPD DIY diharapkan tetap inovatif dan terus mendukung aktivitas usaha, termasuk UMKM, agar mereka  dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi DIY dan nasional”, harap Aviliani yang mempunyai hobby olahraga lari. Menurut Aviliani, beberapa aktivitas usaha yang potensial dan layak mendapat dukungan Bank BPD DIY adalah: (1) Pariwisata dan Perhotelan, (2) Perdagangan dan E-commerce, (3) Kesehatan, dan (4) Jasa.  Bentuk Dukungan yang dapat dilakukan bagi dunia usaha dan UMKM antara lain: (1) meningkatkan daya saing produk/jasa, (2) membuka akses pasar yang lebuh luas, dan (3) pembiyaan yang disertai pelatihan dan pendampingan usaha baik dari unit Konvensional dan Unit Usaha Syariah (UUS).

Selanjutnya Aviliani mengutip kajian KADIN Indonesia (2026) yang menyatakan kondisi dunia usaha semakin memburuk. Disisi lain, mayoritas dunia usaha menyakini kondisi ke depan akan semakin membaik. “Optimisme para pengusaha harus disertai perbaikan iklim  usaha atau bisnis ke depan”, harap Aviliani. Perbaikan tersebut harus dilakukan oleh pengusaha sendiri untuk meningkatkan inovasi dan efisiensi dalam berbisnis agar tetap mampu bertahan dengan dinamis. Di samping itu, iklim bisnis yang semakin membaik diperlukan kebijakan pemerintah (fiskal), pemerintah daerah (perizinan) dan kebijakan moneter yang dengan cepat dapat memperbaiki iklim usaha tersebut.

“Dengan melihat kondisi perekonomian, khususnya pertumbuhan ekonomi sampai saat ini maka perekonomian nasionbal dan DIY tahun 2027 akan membaik atau setidaknya sama dengan kondisi tahun 2026”, jelas Edy Suandi Hamid yang juga mempunyai hobby olahraga tenis dan padel. Selanjutnya Edy juga menyinggung prospek Ekonomi Syariah di DIY. Ke depan prospek semakin membaik, sejalan upaya yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan (Pemda, Bank Indonesia, OJK, Perbankan MES, KADIN dan Masyarakat) untuk melakukan sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah yang semakin masif.

“Untuk pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2027, saya sejalan dengan beberapa proyeksi lembaga internasional”, jelas Bayu Sutikno yang mempunyai hobby jalan sehat. Menurut Bayu, proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2027 sebesar 6,0% menunjukkan skenario optimis pemerintah. Dalam kondisi ekonomi ke depan yang penuh ketidakpastian, khususnya faktor eksternal, maka seyogyanya skenario pertumbuhan ekonomi harus dibarengi skenario moderat dan pesimis. Proyeksi yang dilakukan oleh Bank Dunia (5,2%), ADB (5,2%) dan IMF (5,1%) mencerminkan proyeksi yang moderat.

“Kegiatan economic outlook merupakan event rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Bank BPD DIY”, jelas Dian Ari Ani, SE, MM (Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY) yang juga aktif sebagai Bendahara ISEI Cabang Yogyakarta dan WKU Bidang Lembaga Keuangan, Perbankan dan Pasar Modal KADIN DIY. Menurut Dian, tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan wawasan terkait proyeksi dan kondisi ekonomi serta perbankan tahun depan kepada pihak internal dan eksternal Bank BPD DIY.

Share: