Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Mendorong Ekonomi UMKM di Bulan Ramadhan

JOGJA, iseijogja.org – Acara “Jogja Jelang Siang” (JJS) TVRI Yogyakarta minggu lalu menyajikan topik “Mendorong Ekonomi UMKM di Bulan Ramadhan” (Kamis, 26/02/26).

Narasumber Prof. Dr. Ey Suandi Hamid (Ketua Dewan Pakar ISEI Cabang Yogyakarta/Rektor UWM Yogyakarta) dengan host Ferry Anggara (TVRI Yogyakarta).

JOGJA, iseijogja.org – Acara “Jogja Jelang Siang” (JJS) TVRI Yogyakarta minggu lalu menyajikan topik “Mendorong Ekonomi UMKM di Bulan Ramadhan” (Kamis, 26/02/26). Selaku narasumber Prof. Dr. Ey Suandi Hamid (Ketua Dewan Pakar ISEI Cabang Yogyakarta/Rektor UWM Yogyakarta) dengan host Ferry Anggara (TVRI Yogyakarta).

“Bulan puasa yang diwarnai dengan adanya geliat ekonomi yang meningkat, perlu dijadikan.momentum untuk memperkuat UMKM agar bukan saja bisa bertahan, namun bisa naik kelas bagi UMKM”, harap Edy. Menurut Edy, UMKM yang skala mikro didorong ke skala kecil, yang kecil menjadi menengah, di samping juga momentum untuk mencetak wirausahawan baru. Di bulan Ramadhan banyak mereka yang baru mulai dan coba coba jadi wirausaha dengan berdagang produk makanan,  hampers, pakaian, dan lain-lain kebutuhan puasa dan lebaran.

Menurut Edy, setiap puasa maka terjadi kenaikan permintaan barang dan jasa terkait puasa dan lebaran. Menurut Edy, hal tersebut merupakan  siklus tahunan. Saat puasa maayarakat banyak mengggunakan dana tabungannya, memperoleh THR, juga kaum miskin memperoleh zakat, infaq, dan sedekah. Kondisi tersebut menjadi faktor  pendorong permintaan dan menaikan pertumbuhan ekonomi.

“Di sisi lain meningkatnya permintaan tersebut dapat juga mendorong terjadinya dorongan inflasi atau kenaikan harga yang disebut demand pull inflation”, jelas Edy. Inflasi tersebut terjadi karena adanya kenaikan permintaan yang tidak diimbangi pasokan atau penawaran yang memadai. Jika pasokan barang di pasar cukup tetap terjadi kenaikan harga karena faktor psikologis yaitu penjual atau pedagang tetap dengan sengaja menaikkan harga dan pembeli atau konsumen “memaklumi” karena terjadi di bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Momentum tersebut harus dijaga agar tetap positif, misalnya bagaimana transportasi lancar agar arus barang-jasa lancar, mencegah spekulan dan penimbunan barang yg dapat menaikkan harga yg dapat hambat geliat ekonomi”, harap Edy yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY. Diingatkan juga agar pelaku ekonomi agar setiap jelang puasa sudah membaca  kondisi pasar agar dapat memproduksi atau menyediakan barang-barang yang memang dikehendaki atau sesuai kebutuhan masyarakat. Contoh,  jika mau jual ta’jil harus mempertimbangkan permintaan tahun sebelumnya sehingga kelebihan produksi dapat dihindari.

“Tahun ini saya melihat daya beli masyarakat menurun, sejalan situasi makro ekonomi yang tidak menggembirakan”, ungkap Edy Suandy Hamid. Menurut Edy, tetap saja  terjadi kenaikan permintaan dibanding bulan-bulan sebelumnya karena masyarakat menggunakan tabungan dan THR di bulan Ramadhan dan menyambut Hari Raya Lebaran.

Sejak tahun 2026, ISEI Cabang Yogyakarta telaj melakukan Kerjasama dengan TVRI Yogyakarta. “Pengurus ISEI Cabang Yogyakarta setiap hari Kamis menjadi narasumber di acara Jogja Jelang Siang (JJS) TVRI Yogyakarta”, jelas Y. Sri Susilo (Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta) dalam rilisnya kepada media.

Share: