Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Almarhum Ustaz Jazir Dianugerahi Penghargaan Inovator Manajemen Masjid

JOGJA, iseijogja.org – Masyarakat Ekonomi Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (MES DIY) menyelenggarakan Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) 2026.

Penghargaan MES DIY untuk Ustad Jazir

JOGJA, iseijogja.org – Masyarakat Ekonomi Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (MES DIY) menyelenggarakan Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) 2026 yang dirangkaikan dengan penganugerahan Innovation Award kepada almarhum Ust. Muhammad Jazir ASP. Kegiatan berlangsung di Bank Indonesia Kantor Perwakilan DIY pada pukul 13.30–15.00 WIB dan diikuti sekitar 100 peserta dari unsur regulator, pemerintah daerah, akademisi, takmir masjid, pelaku industri halal, praktisi keuangan syariah, serta komunitas pegiat ekonomi syariah.

Silakwil tahun ini tidak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum refleksi dan penghormatan atas kontribusi tokoh-tokoh yang berdedikasi bagi pemberdayaan umat. Puncak kegiatan diwujudkan melalui Innovation Award sebagai bentuk apresiasi atas keteladanan, keberanian berinovasi, serta kiprah almarhum dalam membangun model manajemen masjid yang profesional, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Acara ini terselenggara berkat kolaborasi berbagai lembaga keuangan syariah, di antaranya Bank Indonesia DIY, Bank BPD DIY Syariah, BPRS HIK MCI, BPRS Bangun Drajat Warga, BPRS Madina Mandiri Sejahtera, BMT Beringharjo, BMT BIF, serta Bank Jateng Syariah. Sinergi ini menegaskan semangat gotong royong dalam membangun ekosistem ekonomi syariah daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sejumlah tokoh hadir memberikan dukungan, termasuk Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Hermanto, Ketua Dewan Pembina MES DIY Herry Zudianto, serta Ketua Umum MES DIY Prof. Edy Suandi Hamid beserta jajaran pengurus. Perwakilan keluarga almarhum, sahabat dekat, serta takmir Masjid Jogokariyan juga turut membersamai suasana yang penuh haru.

Dalam sambutannya, Prof. Edy menegaskan bahwa almarhum bukan sekadar dai, melainkan pelopor praktik ekonomi syariah yang membumi. Di bawah kepemimpinannya, Masjid Jogokariyan berkembang menjadi pusat peradaban umat tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, layanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi jamaah. Transparansi laporan keuangan, akuntabilitas pengelolaan dana, serta keterlibatan jamaah menjadi fondasi kepercayaan publik.

Salah satu gagasan monumental beliau adalah prinsip “saldo infak nol rupiah”, yakni dana umat tidak boleh mengendap, melainkan harus segera disalurkan agar manfaatnya cepat dirasakan. Dari prinsip ini lahir berbagai program sosial seperti ATM beras, beasiswa pendidikan, penguatan UMKM jamaah, hingga wakaf produktif. Masjid pun berfungsi sebagai simpul distribusi kesejahteraan.

Sebagai bentuk penghormatan, Innovation Award diberikan dalam empat bentuk: video kilas balik perjuangan dakwah, karikatur kaligrafi bernilai spiritual, piagam penghargaan resmi, serta tabungan bank syariah senilai Rp30.000.000 hasil dukungan sponsor dan partisipasi pengurus. Seluruh penghargaan diserahkan kepada keluarga almarhum di hadapan para peserta.

Melalui Silakwil 2026, MES DIY menegaskan komitmen untuk memperkuat model masjid produktif, mengoptimalkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta memperluas kolaborasi lintas sektor. Penganugerahan ini bukan sekadar mengenang jasa, melainkan menghidupkan kembali semangat perjuangan bahwa dari masjid, perubahan dan kesejahteraan umat dapat dimulai.

Share: