JOGJA, iseijogja.org – Josephine Wuri telah menyampaikan pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Ilmu Ekonomi bidang kepakaran Ekonomi Internasional di Kampus III Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta (Jumat, 21/11/25). Pidato pengukuhan yang berjudul “Fragmentasi Produksi Internasional: Pergeseran Paradigma Perdagangan Internasional” disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat USD yang dipimpin oleh Albertus Bagus Laksana, SJ., S.S., Ph.D, (KetuaSenat) sekaligus Rektor USD.
“Dinamika perdagangan internasional tidak lagi terpusat pada perdagangan barang akhir antar negara, melainkan pada perdagangan barang intermediate”, ungkap Josephin Wuri dosen Prodi Ekonomi, Fakultas Ekonomi USD. Menurut Wuri, fragmentasi produksi internasional menuntut Indonesia untuk menempatkan diri bukan sebagai penyedia bahan mentah, tetapi sebagai pendipta nilai di sepanjang rantai produksi global.
“Posisi sektor industri dalam rantai nilai global masih relatif rendah”, jelas Wuri yang juga pengurus dan anggota ISEI Cabang Yogyakarta. Wuri menjelaskan bahwa sebagian besar industri di Indonesia berperan pada tahap produksi menengah dan dasar, yang menghasilkan nilai tambah terbatas. Sementara negara lain di Kawasan Asia Tenggara lebih fokus pada produksi dan pasar dengan barang yang bernilai tambah tinggi. “Kondisi tersebut menandakan perlunya transformasi industri nasional menuju arah yang lebih produktif, inovatif dan berdaya saing global”, harap Wuri yang lulus Sarjana, Magister dan Doktor dariFEB UGM.
“Transformasi sektor industri menuntut perubahan paradigma dari orientasi gross export menjadi value added export”, tegas Wuri ibu dari 2 putri dan 1 putra. Menurut Wuri, hilirisasi industri menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam fragmentasi produksi internasional. Dengan melalui pengolahan bahan mentah di dalam negeri, dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi, memperluas kesempatan kerja dan memperkuat fondasi Pembangunan ekonomi jangka panjang.
Berkaitan dengan hal tersebut, Josephine Wuri menegaskan bahwa diperlukan ekosistem industri yang kuat, infrastruktur yang efisien, riset dan inovasi yang terintegrasi, sumber daya manusia yang kompeten, dan tata kelola yang konsisten. Indonesia memiliki peluang yang besar untuk menjadi pemain yang penting dalam fragmentasi industri internasional. “Hal tersebut dimungkinkan karena Indonesia memiliki letak geografis yang strategis, kekayaan alam yang melimpah dan pasar domestik yang besar”, jelas Wuri istri dari Paulus RahyuWidayadi.
Josephine Wuri menyatakan masa depan ekonomi Indonesia bukan lagi ditentukan seberapa banyak yang kita gali dari bumi tetapi oleh seberapa besar nilai tambah yang kita tambahkan melalui ilmu pengetahuan, teknologi dan kemampuan berkolaborasi. “Hal tersebut harusterus diperjuangkan untuk mencapai posisi strategis dalam nilai rantai global”, tegas Wuri dalam penutup pidato pengukuhannya.
Acara Pidato Pengukuhan Prof. Dr. Josephine Wuri diselenggarakan bersamaan dengan Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum yang dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang kepakaran Teori Sastra. “Hadir dalam cara pengukuhan tersebut antara lain Prof. Setyabudi Indartono, MM,.Ph.D (Kepala LLDikti V DIY), Drs. A. Triwanggono, M.Si (Sekretaris Pelaksana Yayasan Sanata Dharma), Dosen FE USD, Kolega dan Keluarga dari Prof. Dr. Josephine Wuri.







